Dunia Santri: Indahnya Jadi Santri
OPINI | 28 January 2011 | 13:37Bagi yang tidak merasakan dunia pesantren rasanya bagaikan sayuran tanpa garam. Hambar.
Pesantren jauh dari kesan hidup hanya untuk akhirat saja.
Pesantren jauh dari kesan tidak maju-maju.
Pesantren jauh dari kesan fanatik terhadap satu agama.
Pesantren jauh dari kesan teroris
Ya.. pesantren itu hidup bukan untuktujuan akhirat saja, tapi juga duniawi masih dipikirkan.
Ya.. pesantren itu justru membuat pikiran maju dan lebi barokah -Insya Allah-
Ya.. pesantren itu bisa saling hormat menghormati antar umat beragama
Ya.. pesantren itu bukan belajar jadi teroris.
Banyak buktinya orang yang pernah nyantri baik dalam kurun waktu singkat maupun lama. Tidak hanya masyarakat biasa saja, tapi para ulama, kyai, ustad, pengusahan, guru, dokter, aparatur pemerintahan banyak yang sukses karena pernah mengenyam ilmu dan tinggal di pesantren . Lihatlah mantan Menteri Penerangan dan Ketua MPR H. Harmoko yang kini sukses dengan pesantrennya pula, Alm.Nur Cholis Madjid, gUs Dur yang tolrensi sekali dengan umat agama lain, Aa Gym yang pernah ceramah di gereja untuk mempersatukan umat beragama di Indonesia. Dan masih banyak lagi lainnay alumnus pesantren yang hiudpnya lebih menguntungkan baik di dunia maupun di akhirat karena ilmu-ilmu dari pesantren.
Dengan adanya internet dan facebook, dunia pesantren makin asyik saja. PAra alumnus dan santri-santr bisa berbagi suka dan duka (eeh, dukanya sepertinya tidak ada ya.. kecuali jika kehabisan duit kiriman). Serasa dunia milik pesantren.
Salam ukhuwah,
Novy ER
Tidak ada komentar:
Posting Komentar